Sabtu, 02 Juni 2012

Apa itu Lensa? [Definisi dan Sejarah Lensa]



Lensa Biconveks

Bila anda mengalami gangguan penglihatan, seperti tidak dapat melihat jauh atau tidak dapat melihat dekat, apa yang anda gunakan sebagai alat bantu penglihatan anda? Bila anda sedang mengadakan penelitian biologis tentang mikroorganisme, susunan sel dan jaringan tubuh manusia, serta jaringan-jaringan pada tumbuhan, apa yang anda gunakan sebagai alat bantu penglihatan anda? Bila anda ingin mengamati benda-benda luar angkasa yang jaraknya beribu-ribu bahkan berjuta-juta kilometer dari bumi, apa yang anda gunakan sebagai alat bantu penglihatan anda? Semua alat yang kita gunakan tersebut tersusun dari lensa. 

Kacamata sebagai salah satu aplikasi lensa.
 [Sumber: http://www.insidesocal.com]

Mikroskop sebgaai salah satu aplikasi lensa.
[Sumber: http://www.sciencephoto.com]
Lensa, sebuah penemuan besar yang keberadaannya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Baik di bidang kesehatan maupun di bidang pendidikan, lensa kerap digunakan sebagai alat bantu penglihatan. Prinsip kerja lensa diterapkan pada alat-alat seperti kacamata, mikroskop, teropong bintang, teleskop, kamera, lup, periskop dan lain sebagainya. Nah, di beberapa postingan berikutnya, saya akan sedikit mengulas seputar lensa yang termasuk dalam kelompok optical instruments atau juga sering disebut dengan alat optik.

Optical instruments atau alat optik adalah alat buatan manusia yang memiliki prinsip kerja menyerupai mata. Jika membahas mengenai alat optik, tentu kita tidak lepas dari bahasan optik itu sendiri. Yang dimaksud dengan optik ini sendiri adalah tampilan karena adanya suatu benda nyata yang terkena cahaya. Benda-benda tersebut mengalami proses sedemikian rupa sehingga pada akhirnya dapat dilihat oleh mata. Alat optik yang digunakan masing-masing memiliki bagian khusus yang mendukung prinsip kerja dari alat tersebut. Bagian penyusun alat optik yang paling penting adalah lensa.

Lensa. [Sumber: http://www.blogceria.com]
Tentu anda sudah tahu bukan apa itu lensa, bagaimana bentuk dan macamnya, serta pengaplikasiannya? Mungkin bisa dikatakan bahwa lensa sudah sangat familiar dengan kehidupan kita. Lensa memiliki peran yang sangat penting dalam setiap kerja yang dilakukan oleh alat optik, termasuk mata. 

Lensa adalah material transparan (umumnya terbuat dari kaca atau plastik) yang memiliki dua permukaan (salah satu atau keduanya memiliki permukaan melengkung) sehingga dapat membelokkan sinar yang melewatinya.  Permukaan melengkung yang dimiliki oleh lensa berfungsi membelokkan cahaya yang jatuh padanya, sehingga ketika cahaya tersebut meninggalkan lensa, ia akan berkumpul pada satu titik atau menyebar menuju arah yang berbeda. Pengumpulan atau penyebaran cahaya ini bergantung pada lengkungan dari permukaan lensa tersebut. 

Sejak kapan sih lensa ditemukan? Saya yakin pertanyaan semacam ini pernah terlintas di benak anda paling tidak sekali. Penemuan lensa sendiri diawali oleh penemuan kaca beribu tahun yang lalu. Menurut beberapa sumber yang dapat dipercaya, kaca mulai ditemukan sejak 5000 tahun sebelum masehi yang dibuktikan oleh sejarawan Romawi Kuno, Pliny (23-79 sebelum masehi). Pliny mengadakan penelitian kecil yang merujuk pada kenyataan bahwa kaca telah ditemukan oleh para pedagang Phoenic di wilayah yang sekarang disebut Suriah pada 5000 tahun sebelum masehi. Pliny mengungkapkan bahwa saat istirahat, para pedagang ini membakar makanan dalam wadah yang sebenarnya terbuat dari kaca. 

Kemudian, pegetahuan berkembang menghasilkan penemuan baru, yakni pembakaran kaca/burning glass oleh seorang dramawan asal Yunani Kuno bernama Aristophanes sekitar tahun 424 SM. Caranya dalah dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa (titik api lensa). Aristophanes juga memasukkan fenomena burning glass tersebut ke dalam salah satu sandiwaranya yang berjudul The Clouds.

Roger Bacon (1214 - 1294).
[Sumber: http://tidakin.blogspot.com]
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan, lensa pun juga mengalami perkembangan. Lensa yang dahulu hanya digunakan sebagai alat pembakaran, mengalami perubahan fungsi yakni menjadi alat perbesaran (magnifier). Sejarah mencatat bahwa fisikawan Muslim legendaris, Ibnu al-Haitham (965 M-1039 M) merupakan orang pertama yang mempelajari tentang masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya. Hal ini dibuktikan dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir (tentang optik). Lensa mulai diaplikasikan pada alat bantu penglihatan seperti kacamata dan lup (kaca pembesar) pada abad ke-13. Lup (kaca pembesar) ditemukan oleh seorang sarjana Inggris, Roger Bacon (1214-1294) pada awal abad ke-13. Sedangkan kacamata ditemukan setelah penemuan lup tersebut, kurang lebih pada abad ke-14.

Nah, cukup mengobati rasa penasaran anda bukan tentang kapan lensa ditemukan? Sebenarnya, penemuan lensa tersebut pernah menjadi sebuah perdebatan bagi dua bangsa, yakni bangsa Eropa dan bangsa Arab. Bangsa Eropa mengaku bahwa merekalah penemu lensa, sedangkan beberapa bukti mengatakan ilmuwan Muslim lah yang lebih dahulu menemukan lensa. Beberapa sumber bukti tersebut antara lain adalah puisi-puisi karya Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis sekitar 200 tahun, sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Berikut sedikit kutipan dari isi puisi tersebut :

“Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya.”

Jika puisi tersebut benar-benar ditulis pada abad ke-11, berarti lensa maupun kacamata memang ditemukan pertama kali oleh kaum Muslim. Baru sekitar 200 tahun setelah itu bangsa barat menemukan kacamata.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar